Gizmoesa.com — Samsung Electronics kini terus memperkuat dominasinya dalam ranah kecerdasan buatan (AI) global.
Raksasa teknologi ini resmi mengumumkan bahwa Galaxy AI kini sudah diadopsi oleh lebih dari 400 juta perangkat di seluruh dunia, sebuah pencapaian yang menandai transformasi Samsung dari sekadar penyedia perangkat keras menjadi pionir Mobile AI yang intuitif.
Related Post
Angka tersebut bukanlah sekadar statistik. Bagi Samsung, capaian tersebut menunjukkan bahwa Galaxy AI telah melampaui status sebagai fitur paling canggih.
AI kini benar-benar hidup di tangan pengguna, menyatu dengan rutinitas harian, dan bekerja secara alami tanpa terasa sulit. Ingin menerjemahkan halaman, menghapus objek foto yang tidak diinginkan, dan lain-lain sudah sangat mudah dilakukan dengan fitur Galaxy AI.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa visi perusahaan adalah memberdayakan setiap individu melalui teknologi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami Galaxy AI adalah manifestasi dari visi untuk memberdayakan setiap pengguna. Ini adalah asisten pribadi yang siap sedia membuat setiap tugas jadi lebih ringan, setiap ide lebih mudah terwujud. Sebagai pionir dalam membawa kekuatan AI ke genggaman pengguna, Samsung berkomitmen penuh untuk terus membentuk masa depan mobile,” ujar Ilham.
Pendekatan inilah yang menjadi fondasi awal Samsung. Alih-alih mengejar sensasi teknologi semata, Samsung tampak menempatkan AI sebagai inti pengalaman mobile.
Setiap pengembangan Galaxy AI selalu berangkat dari cara nyata pengguna berinteraksi dengan smartphone mereka apa yang mereka butuhkan, kapan mereka membutuhkan, dan bagaimana AI bisa membantu tanpa harus menganggu.
Hingga kini, Galaxy AI terus berevolusi seiring waktu. Di lini smartphone flagship, Samsung terus konsisten dalam menghadirkan pembaruan yang membuat AI terasa makin personal.
Perangkat Galaxy kini bukan hanya “pintar”, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan penggunanya, baik untuk kebutuhan harian, kerja, hiburan, hingga komunikasi sehari-hari.
Dari sudut pandang pengguna, pengalaman ini tentu sangat organik. AI tak lagi identik dengan menu rumit atau perintah teknis. Sebaliknya, Galaxy AI hadir lewat gestur sederhana, konteks penggunaan, dan fitur yang langung menjawab kebutuhan pengguna.
Bagi Samsung sendiri, respons positif dari ratusan pengguna ini menjadi validasi penting. Strategi yang berfokus pada AI yang relevan, human-centric, dan berkelanjutan terbukti sanggup menciptakan hubungan jangka panjang antara teknologi dan pengguna.
Di masa depan, Samsung tengah mempersiapkan peta jalan inovasi untuk generasi Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7. Fokus pengembangan bakal diarahkan pada AI-Optimized FlexWindow serta peningkatan kemampuan enhanced multimodal AI.










